Alfred Riedl Pertanyakan Nasionalisme Nilmaizar

42 views

Di Samping irfan Bachdim, cedera yang menimpa kiper Tim Nasional (Timnas), Dian Agus Prasetyo kelihatannya bikin pusing pengasuh Alfred Riedl. efeknya, Riedl mempertanyakan rasa nasionalisme dari pengasuh Semen Padang, Nilmaizar, Selasa (15/11/16).

Dian Agus harus menepi dan berlatih ringan disebabkan alami cedera hamstring di kaki kirinya. Sampai ini ia sudah melakukan terapi, akan tetapi belum dapat dibenarkan kapan kembali dalam situasi fit.

situasi ini pun bikin pusing pengasuh Riedl. Untuk itu, dia amat mengharapkan agar kiper Semen Padang, Jandia Eka Putra bisa gabung Timnas indonesia mengganti posisi Dian Agus.

Akan tetapi, kemauan Riedl tersebut terhambat, disebabkan Semen Padang selaku Club Jandia Eka kelihatannya tidak memberikan izin. perihal tersebut pula yang bikin Alfred Riedl angkat bicara dan mempertanyakan rasa nasionalisme dari pengasuh Club, Nilmaizar.

“Akan tetapi saya tidak mengerti Semen Padang, terkait Jandia Eka, yang tidak bisa datang. sesungguhnya dia amat ingin gabung Timnas,” tutur Riedl usai memimpin latihan di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci, Tangerang.

“Saya tidak mengerti pengasuhnya, Nil Maizar. Dia eks pengasuh Timnas, tetapi kami tidak mengerti nya. Dia menyebutkan bahwa beri dukungan Timnas, tetapi dia tidak membuatnya melepas pemain untuk Timnas,” lanjut pengasuh asal Austria itu.

Jandia Eka yg terlebih dahulu memang turut serta dalam pemusatan latihan jilid iV di Lapangan SPH, Karawaci. Akan tetapi, ia dicoret mendekati keberangkatan ke Myanmar dan Vietnam untuk laga uji coba.

Kiper Semen Padang tersebut diistirahatkan disebabkan alami cedera ringan lehernya. akan tetapi, Buntutnya diketahui bahwa Jandia Eka punya masalah kedisiplinan.

Di Samping Jandia Eka, Riedl tetap mempunyai pilihan memanggil kiper Sriwijaya FC, Teja Paku Alam untuk mengganti posisi Dian Agus. “sekarang ini sedang dalam proses dan kami sedang memonitornya (Teja Paku Alam),” sambung arsitek mempunyai usia 67 tahun itu.

Pencarian Konten:

  • riedl pertanyakan nasionalisme indonesia
logo