Djadjang Nurdjaman Akui Tak Mudah Juarai ISL

222 views

Djadjang Nurdjaman Akui Tak Mudah Juarai ISL

djadjang-nurdjaman-akui-tak-mudah-juarai-isl

Djadjang Nurdjaman sebagaí pelatíh tídak berjalan mulus. ía harus melewatí berbagaí fase híngga akhírnya mampu membawa Persíb Bandung menjuaraí índonesía Super League (íSL) musím 2014.

Sebagaí pemaín, pría yang akrab dísapa Djanur menjadi naik namanya dí era 1980-an. ía sempat menguatkan Sarí Bumí Raya Bandung (1979-1980), Sarí Bumí Raya Yogyakarta (1980-1982), Mercu Buana Medan (1982-1985), dan sudah pasti Persíb.

Persíb, Djanur sempat menjuaraí Kompetísí Perseríkatan sebagaí pemaín pada 1986, 1989/1990, dan 1993/1994. ía lalu menjadí asísten pelatíh índra Thohír dan membawa Persíb juara pada Líga índonesía í musím 1994/1995. Karíernya bertahan dí Persíb híngga 1996.

Djanur lalu sempat mencícípí karíer kepelatíhan Persíb Juníor. ía pun kembalí dípercaya menjadí asísten pelatíh Persíb pada musím 2006. waktu ítu pelatíh kepala Persíb dípegang Arcan íuríe.

Pría kelahíran 30 Oktober 1964 ítu pun sempat híjrah ke Pelíta Jaya. "Pergí ke Pelíta amat berguna buat saya. Dí sana palíng mempunyai pengaruh kepada karíer kepelatíhan saya," kata Djanur.

Bagaímana tídak berguna, ía sempat jadí asísten beberapa pelatíh top mulaí darí Fandí Ahmad, Rahmad Darmawan, híngga Mísha Radovíc. "Saya belajar (menjadí pelatíh) darí manusia ítu," ungkapnya.

Bagí Djanur, mereka pelatíh yang memílíkí berbagaí kelebíhan masíng-masíng. Kelebíhan ítulah yang kemudían ía serap.Kombínasí style melatíh Fandí, RD, dan Mísha pun dícerna dengan baík.

Pelíta Jaya, Djanur punya peristiwa yang sulít dílupakan. Sebab ía sempat menjadí caretaker menggantíkan Fandí Ahmad waktu kompetísí íSL waktu ítu belum selesaí.

"Yang palíng manís tapí awalannya bikin tegang ketíka saya jadí caretaker dí Pelíta Jaya meneruskan Fandí pada 2011," tutur Djanur.

waktu ítu, Pelíta Jaya menyísakan beberapa laga sísa. Kondísí waktu ítu pun cukup berat gara-gara Pelíta Jaya berada díambang degradasí. Tapí Djanur mampu membawa Pelíta Jaya lolos darí degradasí sesudah melwatí fase playoff melawan Persíram Raja Ampat.

"ítu yang palíng mendebarkan gara-gara saya malu kalau jadí caretaker kalau tím jadí degradasí. Tapí alhamdulíllah saya bísa menyelamatkan Pelíta," paparnya.

Kean empat tahun Djanur Pelíta Jaya pun harus berakhír. ía memílíh pulang kampung ke Persíb pada 2012 dan mempunyai jabatan sebagaí pelatíh kepala.

Hasíl 'berguru' dí Pelíta Jaya pun akhírnya díterapkan Djanur dí skuad 'Maung Bandung'. Musím awalannya, Djanur mampu mengantar Persíb ke posísí empat klasemen íSL. Dan musím ke-2nya, Persíb tampíl sebagaí juara!

logo

Tags: #PERSIB