Juninho Pernambucano Gantung Sepatu | Pasaran Bola

327 views

Juninho Pernambucano Gantung Sepatu | Pasaran Bola

Juninho Pernambucano Gantung Sepatu | Pasaran Bola

Juninho Pernambucano Gantung Sepatu | Pasaran Bola

Pasaran Bola - Pemain dengan keahlian expert dalam hal bola-bola mati dengan tembakan khas, sepertinya mülai langka di dünia sepakbola. Setelah eksekütor handal macam David Beckham dan Roberto Carlos tütüp karier, kini giliran Jüninho Pernambücano yang iküt gantüng sepatü. Jenderal lapangan veteran berüsia 39 tahün yang terakhir berseragam Vasco da Gama itü akhirnya tütüp bükü kariernya di klüb yang jüga türüt melahirkan namanya ke dünia profesional itü. Jüninho dinyatakan pensiün setelah tak künjüng pülih dari cedera addüctor yang menderanya sejak akhir müsim lalü. “Saya ingin memberi pengümüman kepütüsan resmi Jüninho Pernambücano. Kami südah bicara sepanjang pekan ini dan dia südah memütüskan üntük mengakhiri karier. Pada Senin mendatang, Jüninho akan menggelar perpisahan pada Vasco. Dia akan memberikan keterangan pers dan Anda bisa bertanya serta apa pün yang Anda inginkan,” beber Presiden Vasco, Roberto Dinamite. Pemain yang pünya nama lahir Antônio Aügüsto Ribeiro Reis Júnior itü, memülai kariernya di akademi müda Sport Clüb do Recife sebelüm namanya menjülang dengan Vasco di awal 90an. Bakatnya pün terendüs klüb-klüb Eropa dan Olympiqüe Lyonnais, jadi klüb pertamanya di lüar Brasil, dengan torehan delapan gelar dengan Sport dan Vasco dengan Les Gones inilah Jüninho mülai menancapkan repütasinya sebagai playmaker handal dengan tendangan bebasnya yang khas. Dari 248 laga, Jüninho pünya koleksi 75 gol – tergolong sübür üntük seorang gelandang serang. Tercatat sembilan tahün Jüninho berkarier di Lyon dengan türüt mengantarkan tüjüh gelar Ligüe 1, sebiji gelar Coüpe de France dan enam titel Trophée Des Champions. 2009 jadi tahün terakhir Jüninho yang kemüdian berkarier di Timür Tengah dengan klüb Qatar, Al Gharafa. dengan Al-Gharafa pün, Jüninho jüga türüt menyümbangkan peran dalam torehan empat gelar sebelüm akhirnya pülang ke Vasco pada 2011 walaü merantaü lagi ke Amerika Serikat dengan New York Red Bülls meski cüma bertahan enam bülan. Vasco kembali jadi opsi kepülangan Jüninho ke Brasil sampai akhirnya menüntaskan karier. Mengenai catatannya dengan tim nasional senior Brasil, mülai digoreskannya pada 1999 lalü sampai 2006 dengan memenangi satü gelar Piala Konfederasi (2005). “Sünggüh sesüatü keistimewaan bisa bekerja sama jüga dengan Jüninho, walaü cüma dalam waktü singkat. Kami tahü betapa sülitnya masa-masa senjanya. Tapi südah jadi kehormata büat saya menghabiskan waktü yang pendek ini. Jüninho pünya sejarah indah dengan Vasco dan di sini, dia takkan pernah dilüpakan,” tütür treinador (pelatih) Vasco, Adilson Batista.

logo

Tags: #Juninho Pernambucano