Kunjungan Arsenal, Setan Merah atau Liverpool, dan Chelsea Hanya Kesenangan Belaka

JAKARTA, BOLA828.org - Kunjungi manis dikemas tur pra-musim mereka di kanopi dan kemauan menyapa penggemarnya di Indonesia di balik itu meskipun tentu saja ada tujuan lain, adalah untuk memperluas dalam cengkeraman pasar Asia.

Kebetulan lagi, pasar Indonesia yang lembut. Dengan sebagian besar penduduk yang suka sepakbola, penampilan tamu besar disambut hangat. Tiket bisa mencapai jutaan dolar bukanlah alasan bagi penonton untuk melewatkan pertandingan sepak bola. Broker harus membeli di itu tidak masalah. SUGBK penuh dan riuh.

Di lapangan, partai uji coba antara timnas Indonesia (dengan segala variasi namanya) diadakan. Memelayani pemain dan lawan dengan cerita yang jauh di atas kemampuan mereka garuda. semua tahu hasilnya. Indonesia kalah 7-0 dari Arsenal, Liverpool 2-0, Chelsea 8-1 dan gepeng.

Setelah semua, di mata penonton kehilangan tim untuk menjadi nomor dua. Kekalahan tim Garuda tenggelam euforia Theo Walcott, Steven Gerrard, dan John Terry cs terlihat. Ceria sesekali terdengar hanya untuk membela Indonesia di tengah nyanyian khas klub. Indonesia hanya begitu menggembirakan sebagai formalitas belaka demi mengingatkan diri punggawa adalah bek tengah negara-negara pesaing.

seperti pesta Gatsby, dengan demikian mengakhiri semua sendirian. Para pengunjung pesta rumah dengan euforia dan tidak lagi repot-repot dengan pemilik yang perayaan nyata.

Kemudian setelah apa ini? Benar, tim Indonesia memiliki cerita sehingga bermain melawan sepakbola tingkat tinggi. Ya, tamu Premier League mendorong kita, menyebutkan negara ini memiliki potensi, dan para pemain masih bisa "dipoles".

Namun, sejauh apa game ini dapat membantu meningkatkan peringkat setype FIFA? Indonesia peringkat di nomor 168 terjebak. Tim Indonesia masih menghadapi kesulitan lawan di Asia.

Mimpi berhasil dalam tingkat Asia Tenggara saja layaknyanya kita harus tahu diri, bahkan kemampuan untuk menjadi yang tertinggi di benua Asia, bahkan lolos ke Piala Dunia, yang masih target terlalu muluk.

Ini akan berguna jika tim Indonesia lebih sering bertemu dengan tim lebih layak. Dengan demikian, mereka bisa leluasa mengembangkan permainan dan kelemahan tim bisa cepat terdeteksi dan dikoreksi.

Harus lebih efektif daripada tim memelayani dengan beberapa tingkat keterampilan di atas dan Indonesia telah memaksa lebih sering bertahan.

Namun, saya tidak tahu. SUGBK mungkin tidak lagi penuh jika hanya menghadapi tim seperti Uganda atau Tahiti, misalnya. Para penonton tidak lagi bela-belain menghabiskan pemain lawan setelah menyaksikan tak dikenal, meskipun pertandingan melawan tim dari mana itu sebenarnya lebih berguna daripada "pesta pendek" tamu dari Liga Premier.

Jadi, dilarang jika ada lagi klub Premier League ingin datang? Oh, tidak benar-benar. Namun, kedatangan mereka tidak harus selalu melenakan semua pihak dari fakta bahwa tim Indonesia masih memiliki setumpuk pekerjaan rumah yang harus dilakukan.

Jangan hanya sampai kedatangan euforia singkat mereka, dan kemudian kembali seluruh yang tersisa dari masalah tim Indonesia.

Di tengah dari novel The Great Gatsby, Jay Gatsby mengungkapkan alasan mengadakan pesta mewah tersebut. Dia ingin menarik perhatian Daisy Buchanan, gadis pujaan yang tidak bertemu setiap tahun.

Dia tidak bisa bertemu Daisy. Namun, dia sudah menikah dengan pria lain tidak mau berpaling ke sisi Gatsby. Upaya Gatsby sia-sia.

Sepakbola Indonesia tentu tidak seperti perahu yang sama dengan Gatsby, dimeriahkan euforia ketika kemudian tidak berguna. BOLA828

logo

Tags: #Indonesia